80% Saham BLUE Disasar Dragonmine, Bisnis Bisa Berubah

TABEL NARASI — Pasar modal Indonesia kembali mencatat dinamika besar setelah Dragonmine Mining mengumumkan rencana akuisisi mayoritas saham **PT Berkah Prima Perkasa Tbk (kode saham: BLUE). Perjanjian jual beli bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement/CSPA) yang diteken pada 18 Februari 2026 mencakup pembelian 334,4 juta saham sekitar 80% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh, dan berpotensi mengubah arah bisnis emiten ini secara signifikan.

Dari Produsen Tinta ke Sorotan Investasi Global

Selama ini, BLUE dikenal sebagai emiten yang bergerak di bidang tinta isi ulang, toner, dan kertas foto dengan merek Bluprint. Meski bukan pemain besar di sektor industri berat, sahamnya belakangan menjadi fokus perhatian investor setelah kabar akuisisi ini mencuat. Transaksi semacam ini adalah bagian dari strategi entitas global untuk masuk ke Indonesia melalui jalan backdoor listing yaitu mengambil alih perusahaan tercatat tanpa harus melakukan IPO dari awal.

Dragonmine Mining, perusahaan berbasis di Hong Kong yang akan menjadi pemegang saham pengendali jika transaksi ini selesai, adalah bagian dari Huayou Hongkong Limited, anak usaha dari Zhejiang Huayou Cobalt Co., Ltd pemain besar dalam rantai industri material baterai lithium‑ion. Grup ini telah menginvestasikan miliaran dolar AS di proyek nikel dan ekosistem baterai di Indonesia.

Mengapa Perubahan Ini Penting?

Akuisisi 80% saham berarti Dragonmine bakal mendapatkan kontrol mayoritas atas BLUE, termasuk hak menentukan arah strategis perusahaan. Ini jadi momen penting karena:

  • 📌 Perubahan Pengendalian: Jika akuisisi resmi selesai, Dragonmine akan menjadi pengendali baru BLUE dan berkewajiban menjalankan Penawaran Tender Wajib sesuai POJK No. 9/2018 kepada pemegang saham minoritas.

  • 📈 Potensi Transformasi Bisnis: Analis menilai peluang BLUE untuk berubah dari produsen tinta menjadi perusahaan yang terkait dengan ekosistem baterai EV atau nikel terbuka lebar, seiring latar bisnis induk Dragonmine yang berfokus pada material baterai.

  • 💰 Backdoor Listing Jadi Jalan Cepat: Bagi entitas global, mengambil alih emiten kecil seperti BLUE di BEI adalah jalur lebih cepat untuk masuk ke pasar modal Indonesia dibandingkan usaha IPO dari nol.

Dampak di Bursa dan Reaksi Investor

Langkah Dragonmine ini memberikan respons yang kuat di pasar saham. Sejak kabar akuisisi bergulir, saham BLUE mencatat kenaikan signifikan dibanding awal tahun, meski sempat terkoreksi beberapa kali. Investor memandang prospek akuisisi sebagai katalis positif, meskipun risiko bisnis tetap ada jika perusahaan diubah arah.

Prospek Transformasi Bisnis

Pertanyaan besar kini adalah: apakah BLUE akan tetap pada bisnis tinta atau berubah total?

Meski manajemen menyatakan hingga kini belum ada dampak material terhadap operasional atau keuangan, analis melihat peluang besar untuk perubahan strategi pasca‑akuisisi. Blueprint yang semula fokus pada alat tulis bisa menjadi cangkang bagi ekspansi ke industri nikel dan baterai listrik dua sektor yang kini menjadi perhatian utama investor global di Indonesia.

Langkah serupa sebelumnya pernah dilakukan oleh perusahaan lain di BEI, yang setelah diakuisisi entitas besar kemudian mengganti arah bisnisnya dalam industri energi terbarukan. Itu menjadi salah satu referensi penting dalam membaca potensi BLUE ke depan.

Tantangan dan Hal yang Masih Dikawal

Meski potensi transformasi menjanjikan, realisasinya tetap bergantung pada penyelesaian akuisisi dan pemenuhan regulasi pasar modal sebelum segala perubahan bisa berjalan. Pemegang saham minoritas juga akan menunggu detail lebih jelas terkait tender offer dan strategi baru perusahaan di masa depan

Related Post